oleh

Hati-hati! 10 Tanda Terjebak Dalam Toxic Relationship, Pahami Batasannya

citizen.co.id Lifestyle – Tidak ada hubungan percintaan yang 100 persen sempurna. Membangun hubungan harmonis dengan orang lain membutuhkan kerja sama yang baik antara kedua belah pihak. Lumrah apabila hubungan kamu dengan pasangan seringkali melewati masa pasang surut. Kadang manis, kadang pahit.

Meski senang bisa bersama dengan orang yang dicintai, tak jarang hubungan diwarnai dengan cekcok atau perselisihan. Tidak jarang, kamu harus menekan ego dan emosi kuat-kuat demi membuat pasangan merasa senang dan dihargai. Mengalah atau adu argumen dengan pasangan memang wajar adanya.


Namun, ada kalanya hubungan bermasalah membuat salah satu pihak merasa tertekan dan terancam. Kondisi tersebut bisa jadi tanda hubungan beracun atau toxic relationship.

Letak Tahi Lalat Bisa Ungkap Masa Depanmu Loh

Mengenal E-Marketing, Solusi Usaha di Masa Pandemi

Seperti diketahui, istilah toxic relationship menjadi sebutan yang akhir-akhir ini sering dibahas. Secara umum toxic relationship adalah pola hubungan yang terjadi antara setidaknya dua orang. Bisa hubungan antara anak dengan orang tua, hubungan pertemanan, hingga hubungan romantik atau percintaan.


Meskipun begitu, toxic relationship sering kali menjadi topik menarik untuk dibahas dalam hubungan percintaan.

Toxic relationship dalam percintaan biasanya ditandai dengan adanya berbagai perilaku yang tidak baik dan bersifat merusak. Dalam hal ini, salah satu pihak baik itu laki-laki atau perempuan bersikap tidak sewajarnya dan cenderung menyerang kepada pasangan.

Dalam hal ini, sikap tidak baik dan merusak dapat berupa sikap verbal hingga sikap yang melibatkan fisik.

Di sini, tentu salah satu pihak yang menjadi korban merupakan orang yang dirugikan. Kita harus hati-hati agar tidak terjebak dalam toxic relationship. Tidak peduli seberapa cintanya kamu sama si dia, kamu harus peka dan paham batasan hubungan yang sehat.


Biar semakin paham batasannya, Awal.id merangkum sepuluh tanda kamu terjebak hubungan percintaan yang enggak sehat atau toxic relationship. Apa saja, sih? Yuk simak.

Selalu dikontrol oleh pasangan
Tanda yang paling terlihat jelas dari toxic relationship adalah salah satu pihak selalu mengontrol pihak lainnya. Sebagai contoh, pasanganmu akan memaksakan kehendaknya terhadap hidup yang kamu jalani. Jadi, apa pun yang kamu lakukan semuanya berdasarkan perintah atau persetujuan dari dia, walaupun mungkin keinginanmu tidak sejalan.

Dia juga mungkin akan mengutarakan kalimat yang membuat kamu harus menuruti kemauannya, misalnya “Aku bersikap seperti ini karena aku sayang sama kamu.” Jika kamu tidak menurutinya, dia bisa saja menuding kamu tidak menyayanginya. Hal ini membuatmu mau tidak mau mengikuti keinginannya.


Sangat bergantung pada pacar
Ketergantungan atau attachment berlebihan pada pacar juga menjadi tanda hubungan sudah enggak sehat, lho. Hubungan sehat dibangun oleh dua pribadi utuh yang saling mendukung satu sama lain. Pasangan ada untuk melengkapi dan menambahkan kebahagiaan yang ada dalam diri kamu.

Sulit untuk menjadi diri sendiri
Karena terlalu sering dikontrol, kamu tidak dapat menjadi diri sendiri. Kamu akan selalu bersikap seperti apa yang dia inginkan, bukan apa yang kamu inginkan. Bahkan, untuk sekadar berpendapat saja kamu bisa sampai berpikir berkali-kali karena takut apa yang kamu ucapkan menjadi kesalahan di mata dia.

Tidak mendapat dukungan
Hubungan yang sehat adalah hubungan yang selalu memberi dukungan satu sama lain. Namun pada toxic relationship, setiap pencapaian yang diperoleh akan dianggap menjadi kompetisi.


Bahkan, pasanganmu bisa tidak senang jika kamu berhasil melakukan sesuatu yang seharusnya membuat ia bangga. Alih-alih mendapat dukungan dan apresiasi, kamu malah mendapatkan perkataan kasar dan kritik tidak membangun yang malah menghambat kesuksesanmu.

Selalu dicurigai dan dikekang
Rasa cemburu dalam hubungan antar pasangan sebenarnya merupakan reaksi yang normal sebagai salah satu bentuk kepedulian. Namun, hubungan akan menjadi toxic jika rasa cemburu ini berlebihan atau membuat pasangan melakukan hal yang ekstrem, misalnya menyita handphone-mu atau melabrak orang yang ia cemburui.

Hubungan juga dikatakan toxic saat pasangan sudah terlalu posesif. Dia selalu mau tahu tentang segala kegiatan sehari-hari kamu dan akan marah jika kamu tidak segera menjawab pesan singkatnya. Selain itu, terkadang dia juga melarang kamu untuk tidak lagi memakai jenis pakaian tertentu yang mungkin menarik perhatian orang lain.


Tidak punya hubungan sosial
Sejak pacaran sama si dia, tanpa disadari kamu tidak lagi punya kehidupan sosial selain pacar. Lingkaran pertemanan pun mengecil, karena kamu tidak lagi bebas berteman dengan siapapun yang kamu mau, terutama lawan jenis.

Kalau ketahuan berinteraksi dengan sembarang orang, siap-siap saja menghadapi ‘perang’ dengan si dia. Duh!

Sering dibohongi
Kejujuran merupakan salah satu pondasi untuk membentuk hubungan yang sehat. Namun, jika pasangan kamu sering berbohong dan menutupi banyak hal, itu tandanya saat ini kamu sedang berada dalam toxic relationship.

Berubah ke arah negatif
Ini dia rambu yang sering dilewatkan banyak orang. Hubungan yang sehat akan mendorong kamu untuk jadi pribadi yang lebih baik, bukannya mundur ke belakang.


Jika sejak bersama dia kamu jadi orang yang malas, suka bohong, murung, bersikap buruk, dan berpikiran negatif, ada baiknya untuk introspeksi hubungan.

Ketika kita merasakan lebih banyak emosi negatifnya ketika kita berurusan dengan pasangan. Harusnya kalau menjalin hubungan dengan orang, kita jadinya berkembang, bukannya malah mundur ke belakang.

Perhatikan juga dari segi finansial, akademik, dan karier. Adakah pertumbuhan ke arah yang lebih baik?

Banyak kata-kata kasar
Sering menggunakan kata-kata kasar atau hinaan saat bertengkar jadi sinyal kuat kamu berada dalam hubungan beracun. Hubungan yang sehat enggak seharusnya terkontaminasi makian atau kata-kata kasar. Tahukah kamu bahwa ini termasuk dalam kategori kekerasan verbal?

Jika memang kalian saling mencintai, seharusnya bisa memperlakukan pasangan dengan baik dan tutur kata yang halus.


Menerima kekerasan fisik
Selain kekerasan verbal, suatu hubungan dikatakan toxic jika sudah ada kekerasan fisik di dalamnya. Pasangan yang tidak sehat secara emosional sering kali akan “main tangan” jika terjadi perselisihan dalam hubungan. Apa pun konfliknya, kekerasan fisik tidak bisa dibenarkan, ya.

Orang yang terjebak dalam toxic relationship berpotensi kehilangan rasa percaya diri dan kebahagiaan. Hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda toxic relationship dan segera mengambil keputusan yang tepat jika itu terjadi pada hubunganmu.


Keluar dari toxic relationship memang tidaklah mudah. Namun, ingat bahwa kamu harus mencintai dirimu sendiri dan memikirkan kehidupanmu di masa mendatang. Sebesar apa pun rasa sayangmu terhadap dirinya, percayalah bahwa kamu pantas untuk bersama dengan orang yang bisa menghargai, menghormati, dan menyayangimu dengan tulus. Love your self more, guys~(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed