Launching Desa Wisata Nangkula Park, Ini Harapan Gubernur Khofifah

Citizen News Traveling – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaunching Desa Wisata Nangkula Park yang berada di Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, Sabtu (22/5) sore.

Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Khofifah yang didampingi oleh Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Plh. Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Kepala Divisi hubungan regional dan keberlanjutan PT HM Sampoerna Kukuh Dwi Kristianto, Yayasan Rumah kita Sidoarjo Andrianus Muran, Kepala Desa Kendalbulur Anang Mustofa dan beberapa Kepala OPD di Lingkup Pemprov Jatim.

Wakil ketua KNPI Jatim, Apresiasi langkah bijak Gubernur Khofifah klarifikasi soal kerumunan di Grahadi dan Dorong Gubernur Fokus Bangun pemulihan ekonomi

Cara jaga mood kerja di tengah pekerjaan menumpuk pasca libur lebaran

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan prasasti Zona KIP (Kreativitas, Inovatif dan Produktif), penyerahan Bantuan Keuangan Khusus untuk Penguatan BUMDes untuk 8 desa di Tulungagung masing-masing Rp. 75 juta.

Khofifah menyebut zona KIP adalah sesuatu yang dapat menginspirasi bagi BUMDes untuk dapat meningkatkan perekonomian daerah sekitar utamanya dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

“Kreativitas, inovasi dan produktifitas adalah hal yang unlimited atau tanpa batas. Sehingga akan selalu ada yang baru di setiap waktu. Akan terus ada dinamika jadi jangan pernah berhenti melakukan kreativitas, inovasi dan jangan pernah berhenti untuk terus produktif,” kata Khofifah.

Khofifah menambahkan, bahwa lokasi sentra wisata yang dikelola BUMDes juga menentukan BUMDes tersebut dapat berkembang dengan baik. Ini penting, karena semakin dekat dengan pemukiman warga akan semakin bagus. Karena akan memberikan penguatan kepada masyarakat terdekat.

“Jadi setiap obyek wisata akan memberikan signifikansi terhadap pergerakan UMKM lokal. Disamping itu, juga setiap wisata akan menggerakkan public transportation,” imbuhnya.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, UMKM sendiri merupakan sektor terbesar yang menyumbangkan 60,25% PDRB Jatim. Sedangkan sektor wisata berkontribusi 7,21% pada perekonomian Jatim. Untuk itu, penguatan sektor wisata diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan perekonomian bagi masyarakat desa dan bagi perekonomian di Jatim.

“Jadi kalau kita sebutnya itu Dewi Cemara, desa wisata rakyatnya cerdas mandiri dan sejahtera . Ini salah satu Program yang ada di Nawa Bhakti Satya,”tuturnya.(cz/tok)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*