oleh

Minuman Ini Mau Dilelang dengan Harga Miliaran

-BUSINESS-2 views

citizen News Business Jakarta – Acker, selaku rumah lelang anggur tertua dan terbesar di Amerika Serikat dijadwalkan untuk melelang 877 botol sampanye vintage. Di antara mereka berdiri sebotol brut imperial Moet & Chandon yang berasal dari tahun 1911.

Melansir CNBC, Kamis (10/6/2021), pelelangan ini akan disiarkan langsung pada pukul 18:30 waktu setempat pada hari Rabu (9/6) dan Kamis (10/6) ini di situs resmi Acker.


Sampanye vintage yang akan dilelang ini diproduksi dari kisaran tahun 1911 hingga 1943 dan berbentuk 323 magnum (ukuran 1,5 L), 10 Jeroboam (Ukuran 3 L), dua Metuselah (ukuran 6 L), dan 30 setengah botol (Ukuran 375 mL). Seluruh pelelangan sampanye vintage ini diharapkan dapat terjual dengan total harga sebesar $10 juta atau sekitar Rp 143 miliar.

Di Tengah Pandemi, dr HEN Skincare Tetap Eksis

Louis Vuitton Dikecam Netizen karena Jual Keffiyeh Palestina Rp 10 Juta

Sebelum pelelangan, Richard Juhlin yang juga seorang pemegang rekor dunia untuk mencicipi lebih dari 13.000 botol sampanye, telah berbagi penilaiannya tentang rasa dari Sampanye vintage Moet & Chandon 1911.


“Rasanya luar biasa dengan panjang dan intensitas yang luar biasa. Di sini, aroma hutan gelap dan smokiness telah disertai dengan rasa manis yang lezat dari buah-buahan kering dan Crème brûlée,” tulisnya.


Selain itu Juhlin yang juga seorang pendiri The Champagne Club, menjelaskan dari sekian botol yang akan dilelang pekan ini, terdapat dua botol yang belum ia cicipi.

“Salah satunya Salon 1928, yang belum pernah saya cicipi dan konon dikatakan sebagai wine legendaris. Vintagenya sangat bagus dan pada saat itu Salon benar-benar luar biasa dan itu seharusnya menjadi salah satu anggur terbaik yang pernah mereka buat, “katanya kepada CNBC.


Richard Juhlin memperkirakan bahwa harga jual setiap wine dan sampanye ini akan cukup tinggi. Meski demikian dia tidak dapat memprediksi dengan pasti sejauh mana harga wine dan sampanye ini akan terjual.

“Salon 1928 dan koleksi Krug tahun 1928 dan semua koleksi 1911 yang tertua, saya pikir itu akan menghabiskan banyak uang,” jelas Juhlin.

“Tapi kami kembali dari pandemi dan kami sudah lama tidak melihat lelang dan tiba-tiba, lelang terbesar bermunculan. Sangat sulit untuk berspekulasi tentang harga,” tutupnya.(cz/bel)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed