oleh

Temukan indikasi kebocoran PJU, ACN Minta Pertanggung-jawaban Pemprov Jatim

-NEWS-8 views

Citizen.co.id Surabaya – Aliansi Cinta NKRI (ACN) terus mengawal kinerja perusahaan plat merah milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT. Petrogas Jatim Utama (PJU).

Kawalan ini ACN lakukan karena dianggapnya perusahaan plat merah yang terkenal basah ini tidak menunjukkan kinerja yang Baik.


Ketua ACN Ahmad Zazuli, menilai PJU sepertinya menyimpan sesuatu dan terkesan ditutup-tutupi alias tak transparan. Khususnya dalam tatanan birokraksi di dalamnya yang hingga saat ini masih dikepalai Plt.

Anggota Kompolnas Tegaskan Dukungan pada Pimpinan KPK, Firli Cs

Kasus Pesta Ultah: ACN Anggap Kritik ke Gubernur Khofifah Bagian Dari Rasa Cinta

Sebab itu, Ia mendorong Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa untuk merombak jajaran Komisaris dan direksi dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Juni ini.”ungkap Zazuli


“Serta meminta untuk mempertanggung – jawabkan dan mengusut aset-aset milik Pemprov Jatim yang dikelola oleh Petrogas agar tak terjadi kebocoran keuangan negara dan penyalahgunaan wewenang,” kata Zazuli, Selasa (15/6/2021).


Pria yang akrab disapa Cak djaz ini menuturkan, perusahan plat merah milik Pemprov Jatim itu semestinya dipegang oleh Dirut devinitif bukan Plt. “Hampir satu tahun Petrogas Jatim Utama dipimpin Plt. hasilnya diluar dugaan. Mengalami Kerugian yang sangat drastis,” tandasnya.

Ia menambahkan, Kepala biro ekonomi Prov Jatim semestinya menjadi Pembina BUMD harus lebih objektif mengontrol dan mengawasi BUMD Provinsi Jawa timur seperti Petrogas Jatim Utama, bila terindikasi ada ketidak-seimbangan manajemen dan carut-marutnya Perusahaan harus segera bertindak.


Permasalahan Petrogas Jatim Utama sendiri dirasa kinerjanya tidak profesional dan amburadul karena manajemen Perusahaan dianggap tidak transparan dalam pengelolaan aset sehingga. “Mengindikasikan adanya penyalahgunaan wewenang bahkan bisa jadi menyalahgunakan anggaran”tutur Cak Djaz.


Cak djaz menambahkan, kami minta Pertanggung-jawaban Petrogas Jatim Utama selama dipegang Husnul khuluk dan margiasto selaku komisaris dan Agus Edi Sumanto sebagai Plt Dirut tidak dipungkiri bahwa kepala biro ekonomi Pemprov Jatim sebagai pembina BUMD juga ikut terlibat.


Selama ini saya sudah menjajaki bahwa ada indikasi temuan dari BPK. Bila tetap dibiarkan maka akan berdampak pengelolaan perusahaan dan dampak kepada unit usaha serta beberapa anak perusahaan Petrogas Jatim Utama.

Bukan tanpa sebab, Cak Djaz mengatakan sudah beberapa kali melakukan Komunikasi dengan pihak Pemprov Jatim, “Namun hingga saat ini masih belum ada kejelasan. sampai sekarang masih terlihat belum ada kesiapan dari Pemprov,” tuturnya.(cz/tok)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed